Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh

Gambar
  Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh: Awal Penentuan Jalan Hidup Setiap manusia akan sampai pada satu fase penting dalam hidupnya, yaitu masa akil baligh. Dalam Islam, fase ini bukan sekadar perubahan usia atau perubahan fisik, melainkan titik awal dimulainya tanggung jawab seorang hamba di hadapan Allah. Ketika seorang anak memasuki usia baligh, maka sejak saat itu: amalnya mulai dicatat secara penuh, kewajiban syariat mulai dibebankan, dan dirinya mulai dimintai pertanggungjawaban atas pilihan hidupnya. Inilah awal perjalanan sadar seorang manusia: apakah ia akan berjalan menuju ridha Allah atau justru mengikuti hawa nafsunya sendiri. Makna Akil Baligh dalam Islam Akil baligh bukan hanya berarti dewasa secara biologis. Islam memandangnya sebagai: matangnya akal, dimulainya tanggung jawab, dan kesiapan menerima amanah kehidupan. Seorang muslim yang telah baligh tidak lagi hidup hanya mengikuti lingkungan atau kebiasaan. Ia harus mulai menentukan: siapa Tuh...

Camptv

Dakwah Rasulullah Dimulai Dengan Seruan Syahadat

 


Rasulullah ﷺ Memulai Dakwah dengan Syahadat, Bukan dengan Cabang-Cabang Agama

Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.

Mengapa Dakwah Rasulullah ﷺ Dimulai dengan Syahadat?

Ketika Rasulullah ﷺ diutus kepada masyarakat Makkah, beliau menghadapi kaum yang memiliki berbagai persoalan: penyembahan berhala, fanatisme kesukuan, kezaliman, rusaknya akhlak, dan ketidakadilan.

Namun, beliau tidak memulai dakwah dengan membahas seluruh persoalan itu satu per satu. Dakwah beliau dimulai dengan mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

"Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'"

(QS. An-Nahl: 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa pokok dakwah seluruh nabi adalah mengajak manusia kepada tauhid.

Dua Kalimat Syahadat Adalah Pondasi Islam

Syahadat bukan sekadar kalimat yang diucapkan, tetapi ikrar keimanan yang menjadi dasar seluruh amal seorang muslim.

Laa ilaaha illallaah berarti tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.

Muhammadur Rasulullah berarti menerima Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah, menaati beliau, membenarkan berita yang beliau sampaikan, dan beribadah kepada Allah sesuai tuntunan beliau.

Karena itu Allah berfirman:

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah."

(QS. Muhammad: 19)

Perhatikan bahwa Allah memulai dengan perintah untuk mengetahui dan memahami tauhid.

Mengapa Rasulullah ﷺ Memusatkan Dakwah di Makkah Selama Bertahun-Tahun?

Selama periode Makkah, Rasulullah ﷺ membangun keimanan para sahabat.

Beliau menanamkan:

  • tauhid,
  • iman kepada Allah,
  • iman kepada hari akhir,
  • keyakinan kepada wahyu,
  • serta kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dengan pondasi iman yang kokoh, para sahabat kemudian siap menerima syariat-syariat lainnya seperti shalat, zakat, puasa, dan hukum-hukum muamalah.

Tauhid Melahirkan Perubahan

Ketika tauhid tertanam dalam hati, lahirlah perubahan besar dalam kehidupan.

Orang yang dahulu menyembah berhala menjadi hanya menyembah Allah.

Yang dahulu bermusuhan menjadi bersaudara.

Yang dahulu zalim menjadi adil.

Yang dahulu tenggelam dalam maksiat berubah menjadi hamba yang taat.

Allah ﷻ berfirman:

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai."

(QS. Ali 'Imran: 103)

Pelajaran bagi Umat Islam

Mempelajari syariat Islam secara menyeluruh adalah kewajiban yang mulia. Namun, dakwah Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pondasi aqidah dan tauhid tidak boleh diabaikan. Keimanan kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya menjadi dasar yang menguatkan amal-amal berikutnya.

Karena itu, setiap muslim hendaknya terus memperdalam makna syahadat, memperbaiki ibadah, mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah, serta mengamalkannya dengan hikmah dan akhlak yang baik.

Semoga Allah ﷻ meneguhkan hati kita di atas tauhid, memberikan pemahaman yang benar terhadap agama-Nya, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat. Aamiin.

Baca Juga

Komentar

Peluang pahala lainnya

Program Thepos Gratis

Form Program Thepos Pro