Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh
"Barang siapa yang memberi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah akan mengharamkan api Neraka baginya." (HR. Bukhari) "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Qs.Maryam, [19:36]
Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
Ketika Rasulullah ﷺ diutus kepada masyarakat Makkah, beliau menghadapi kaum yang memiliki berbagai persoalan: penyembahan berhala, fanatisme kesukuan, kezaliman, rusaknya akhlak, dan ketidakadilan.
Namun, beliau tidak memulai dakwah dengan membahas seluruh persoalan itu satu per satu. Dakwah beliau dimulai dengan mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan meninggalkan segala bentuk peribadatan kepada selain-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
"Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'"
(QS. An-Nahl: 36)
Ayat ini menunjukkan bahwa pokok dakwah seluruh nabi adalah mengajak manusia kepada tauhid.
Syahadat bukan sekadar kalimat yang diucapkan, tetapi ikrar keimanan yang menjadi dasar seluruh amal seorang muslim.
Laa ilaaha illallaah berarti tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
Muhammadur Rasulullah berarti menerima Nabi Muhammad ﷺ sebagai utusan Allah, menaati beliau, membenarkan berita yang beliau sampaikan, dan beribadah kepada Allah sesuai tuntunan beliau.
Karena itu Allah berfirman:
"Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah."
(QS. Muhammad: 19)
Perhatikan bahwa Allah memulai dengan perintah untuk mengetahui dan memahami tauhid.
Selama periode Makkah, Rasulullah ﷺ membangun keimanan para sahabat.
Beliau menanamkan:
Dengan pondasi iman yang kokoh, para sahabat kemudian siap menerima syariat-syariat lainnya seperti shalat, zakat, puasa, dan hukum-hukum muamalah.
Ketika tauhid tertanam dalam hati, lahirlah perubahan besar dalam kehidupan.
Orang yang dahulu menyembah berhala menjadi hanya menyembah Allah.
Yang dahulu bermusuhan menjadi bersaudara.
Yang dahulu zalim menjadi adil.
Yang dahulu tenggelam dalam maksiat berubah menjadi hamba yang taat.
Allah ﷻ berfirman:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai."
(QS. Ali 'Imran: 103)
Mempelajari syariat Islam secara menyeluruh adalah kewajiban yang mulia. Namun, dakwah Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa pondasi aqidah dan tauhid tidak boleh diabaikan. Keimanan kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya menjadi dasar yang menguatkan amal-amal berikutnya.
Karena itu, setiap muslim hendaknya terus memperdalam makna syahadat, memperbaiki ibadah, mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah, serta mengamalkannya dengan hikmah dan akhlak yang baik.
Semoga Allah ﷻ meneguhkan hati kita di atas tauhid, memberikan pemahaman yang benar terhadap agama-Nya, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar