Buku pegangan muslim kaffah
"Barang siapa yang memberi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah akan mengharamkan api Neraka baginya." (HR. Bukhari) "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Qs.Maryam, [19:36]
Setiap manusia akan sampai pada satu fase penting dalam hidupnya, yaitu masa akil baligh. Dalam Islam, fase ini bukan sekadar perubahan usia atau perubahan fisik, melainkan titik awal dimulainya tanggung jawab seorang hamba di hadapan Allah.
Ketika seorang anak memasuki usia baligh, maka sejak saat itu:
Inilah awal perjalanan sadar seorang manusia: apakah ia akan berjalan menuju ridha Allah atau justru mengikuti hawa nafsunya sendiri.
Akil baligh bukan hanya berarti dewasa secara biologis. Islam memandangnya sebagai:
Seorang muslim yang telah baligh tidak lagi hidup hanya mengikuti lingkungan atau kebiasaan. Ia harus mulai menentukan:
Allah tidak menciptakan manusia tanpa tujuan.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Karena itu masa baligh adalah masa ketika seseorang mulai memahami: bahwa hidup bukan sekadar makan, bekerja, hiburan, dan mengejar dunia.
Tetapi hidup adalah perjalanan menuju Allah.
Dalam Islam, seluruh perjalanan hidup dimulai dari syahadat:
Asyhadu alla ilaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Syahadat bukan sekadar ucapan lisan. Ia adalah:
Ketika seorang muslim memahami syahadat dengan benar, maka ia sadar:
Syahadat menentukan:
Banyak manusia hidup tanpa arah. Mereka tumbuh, bekerja, lalu meninggal tanpa pernah memahami tujuan penciptaannya.
Padahal seorang muslim yang telah baligh seharusnya mulai bertanya:
Karena kehidupan dunia hanyalah sementara.
Awal kehidupan manusia adalah ketika ia mengenal Allah.
Dan akhir kehidupan terbaik adalah ketika ia kembali kepada Allah dalam keadaan membawa iman.
Itulah sebabnya para ulama selalu menekankan pentingnya menjaga tauhid sejak dini.
Sebab seluruh amal:
Syahadat kedua mengajarkan bahwa jalan menuju Allah tidak boleh dibuat sendiri.
Seorang muslim harus mengikuti tuntunan :
Karena Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya pembawa agama, tetapi juga teladan kehidupan.
Allah berfirman:
“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Maka ketika seorang muslim menginjak usia baligh, sesungguhnya ia sedang memasuki fase memilih:
Masa akil baligh adalah awal kesadaran seorang manusia di hadapan Allah. Di fase inilah seseorang mulai menentukan arah hidup dan akhir kehidupannya.
Dan penentuan itu hanya akan benar apabila dibangun di atas:
Karena syahadat bukan hanya ucapan masuk Islam, tetapi fondasi seluruh perjalanan hidup seorang muslim hingga akhir hayatnya.
Semoga Allah menjaga hati kita di atas iman dan menutup kehidupan kita dengan kalimat:
Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.
Komentar
Posting Komentar